Jumat, 27 Februari 2009

Kisah Ibu Bermata Satu



Ibuku hanya memiliki satu mata.
Aku membencinya
dia sungguh membuatku menjadi sangat memalukan.

Dia bekerja memasak buat para murid dan guru di sekolah
untuk
menopang keluarga.
Ini terjadi pada suatu ketika aku duduk di sekolah dasar dan ibuku
datang. Aku sungguh dipermalukan. Bagaimana bisa ia tega melakukan ini
padaku? Aku membuang muka dan berlari meninggalkannya saat bertemu
dengannya.

Keesokan harinya di sekolah


"Ibumu bermata satu?!?!?
. eeeee ejek seorang teman.
Akupun berharap ibuku segera lenyap dari muka bumi ini.

Jadi kemudian aku katakan pada ibuku, "Ma
kenapa engkau hanya
memiliki satu mata?! Kalau engkau hanya ingin aku menjadi bahan ejekan
orang-orang , kenapa engkau tidak segera mati saja?!!!?

Ibuku diam tak bereaksi.

Aku merasa tidak enak, namun disaat yang sama, aku rasa aku harus
mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini
Mungkin ini karena
ibuku tidak pernah menghukumku, akan tetapi aku tidak berfikir kalau
aku telah sangat melukai perasaannya.

Malam itu
Aku terjaga dan bangun menuju ke dapur untuk mengambil
segelas air minum.
Ibuku sedang menangis disana terisak-isak, mungkin karena khawatir
akan membangunkanku. Sesaat kutatap ia, dan kemudian pergi
meninggalkannya.

Setelah aku mengatakan perasaanku sebelumnya padanya, aku merasa tidak
enak dan tertekan. Walau demikian, aku benci ibuku yang menangis
dengan satu mata. Jadi aku bertekad untuk menjadi dewasa dan menjadi
orang sukses .

Kemudian aku tekun belajar. Aku tinggalkan ibuku dan melanjutkan
studiku ke Singapore.

Kemudian aku menikah. Aku membeli rumahku dengan jerih payahku.
Kemudian, akupun mendapatkan anak-anak, juga.

Sekarang aku tinggal dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku
menyukai tempat tinggal ini karena tempat ini dapat membantuku
melupakan ibuku.

Kebahagiaan ini bertambah besar dan besar, ketika


Apa ?! Siapa ini?!

Ini adalah ibuku
Masih dengan mata satunya. Aku merasa seolah-olah
langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku lari ketakutan melihat
ibuku yang bermata satu.

Aku bertanya padanya, "Siapa kamu?!. Aku tidak mengenalmu!! !?
kukatakan seolah-olah itu benar. Aku memakinya, "Berani sekali kamu
datang ke rumahku dan menakut-nakuti anak-anakku! KELUAR DARI SINI!!
SEKARANG JUGA!!!?.

Ibuku hanya menjawab, "Oh, maafkan aku. Aku mungkin salah alamat.?
Kemudian ia berlalu dan hilang dari pandanganku.

Oh syukurlah
Dia tidak mengenaliku. Aku agak lega. Kukatakan pada
diriku kalau aku tidak akan khawatir, atau akan memikirkannya lagi.
Dan akupun menjadi merasa lebih lega


Suatu hari, sebuah undangan menghadiri reuni sekolah dikirim ke alamat
rumahku di Singapore. Jadi, aku berbohong pada istriku bahwa aku akan
melakukan perjalanan dinas. Setelah menghadiri reuni sekolah, aku
mengunjungi sebuah gubuk tua, dulu merupakan rumahku
Hanya sekedar
ingin tahu saja.

Di sana , aku mendapati ibuku terjatuh di tanah yang dingin. Tapi aku
tidak melihatnya ia mengeluarkan air mata. Ia memegang selembar surat
ditangannya
Sebuah surat untukku.

"Anakku

Aku rasa hidupku cukup sudah kini

Dan
aku tidak akan pergi ke Singapore lagi
Tapi apakah ini terlalu berlebihan bila aku mengharapkan engkau yang
datang mengunjungiku sekali-kali? Aku sungguh sangat merindukanmu


Dan aku sangat gembira ketika kudengar bahwa engkau datang pada reuni
sekolah . Tapi aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolahan. Demi
engkau


Dan aku sangat menyesal karna aku hanya memiliki satu mata, dan aku
telah sangat memalukan dirimu.

Kau tahu, ketika engkau masih kecil, engkau mengalami sebuah
kecelakaan, dan kehilangan salah satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku
tidak bisa tinggal diam melihat engkau akan tumbuh besar dengan hanya
memiliki satu mata. Jadi kuberikan salah satu mataku untukmu


Aku sangat bangga akan dirimu yang telah dapat melihat sebuah dunia
yang baru untukku, di tempatku, dengan mata tersebut. Aku tidak pernah
merasa marah dengan apa yang kau pernah kau lakukan
Beberapa kali
engkau memarahiku


Aku berkata pada diriku, 'Ini karena ia mencintaiku
'


Pesannya, ya kadang2 kita tidak mengerti seberapa besar pengorbanan ibu kita selama kita hidup. Karena itu hargai n hormatilah ibu kita selama mrk msh hidup. Jangan sampai kita menyesal pada saat mereka meninggal, kita blm sempet membalas pengorbanan mereka. Dan selalu bawa mereka di dlm doa2 kita.

I Lop U Mom

__________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar